Perangi IUU Fishing: Indonesia Galang Kerjasama Antar Negara
Jumat, 07 Maret 2008 - oleh : admin | 947 x dibaca
Indonesia Galang Kerjasama Antar Negara Indonesia sebagai negara berdaulat memiliki kewajiban untuk turut serta secara aktif dalam upaya penanggulangan IUU Fishing baik di tingkat internasional, regional maupun nasional. Atas dasar hal tersebut, Indonesia berinisiatif untuk menggalang kerjasama regional dengan negara-negara yang memiliki perbatasan laut (Laut China Selatan, Laut Sulawesi dan Laut Arafura) dalam upaya mewujudkan praktik penangkapan ikan yang bertanggung jawab dan memerangi IUU Fishing. Upaya tersebut kemudian diwujudkan melalui penyelenggaraan pertemuan regional tingkat pejabat senior dan menteri beberapa waktu yang lalu dan berhasil merumuskan kesepakatan regional pertama di dunia yaitu Regional Plan of Action (RPOA) on Promoting Responsible Fishing Practices including Combating IUU Fishing in the Region dan telah disepakati oleh 11 negara di kawasan. Selanjutnya sebagai langkah implementasi RPOA, Indonesia juga menyelenggarakan pertemuan tingkat pejabat senior di Malaysia, dan Workshop di Bangkok pada tahun 2007. Pertemuan pertama dan kedua dari rangkaian implementasi RPOA tersebut berhasil membahas isu-isu terkait dengan upaya penanggulangan IUU Fishing, merumuskan aksi prioritas implementasi RPOA dan agenda implementasi RPOA. Salah satu agenda lanjutan implementasi RPOA adalah disepakatinya penyelenggaraan Regional Workshop on MCS to Support the Implementation of the Regional Plan Of Action (RPOA) on Promoting Responsible Fishing Practices including Combating IUU Fishing In the Region di Bali 4 – 6 Maret 2008. Penyelenggaraan workshop ini dimaksudkan sebagai tindak lanjut implementasi RPOA on Promoting Responsible Fishing Practices including Combating IUU Fishing In the Region. Adapun secara khusus, tujuan workshop adalah untuk mengimplementasikan RPOA melalui pengembangan fisheries monitoring, control and surveillance (MCS) system.Dalam konteks tersebut, ada 4 (empat) sasaran yang ingin dicapai. Pertama: teridentifikasinya model MCS yang diterapkan oleh masing-masing negara di kawasan; Kedua: terwujudnya kesamaan pandangan mengenai konsep jaringan (network) yang dapat mengakomodasi bilateral, sub-regional dan regional MCS; Ketiga: terumuskannya konsep pengembangan bilateral, sub-regional dan regional MCS dan Keempat: terumuskannya agenda lanjutan implementasi RPOA. Kegiatan Workshop ini melibatkan pejabat-pejabat senior dari 11 negara yang telah menyepakati RPOA yaitu Australia, Brunei Darussalam, Cambodia, Filipina, Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Singapura, Thailand, Timor Leste dan Vietnam. Disamping itu juga melibatkan beberapa organisasi non pemerintah seperti FAO, INFOFISH, WORLDFISH, SEAFDEC, intansi terkait dan beberapa organisasi non pemerintah yang bersifat lokal (ASTUIN, ATLI, GAPPINDO). Jakarta, 3 Maret 2008 Direktur Jenderal P2SDKP
Jangan Ajak2 bangsa lain hanya untuk Perang melawan IUU. Rabu, 15 Juli 09 - oleh : Yohanes Wijaya
Dengan hormat,
RPOA itu hanya menjadi Monumen politis, political action dimata dunia / FAO...
Yang penting sinergikan dulu, antara Operasi Pengawasan di Laut dengan Pengawasan di Darat (perijinan, Monitoring VMS).
Dan yang ga kalah pentingnya: membersihkan DKP dari Oknum2 petugas yang memiliki Kepentingan2 pribadi baik yang di Jajaran PSDKP maupun jajaran Dirjen Tangkap.
Dengan mengawali tindakan diatas, maka RPOA dan lain sebangsanya itu akan menjadi bermanfaat bagi seluruh rakyat IND., karena IUU bisa diberantas dalam waktu yang singkat.
Dan ingat untuk KITA harus berani mengatakan STOP KAPAL IKAN ASING MASUK DI WILAYAH INDONESIA .
Nah, statement tsb diatas-lah yang paling mujarap. Jangan Retorika terus ah...semua sudah terlanjur tau kok siapa sebenarnya dalangnya IUU?
Ingin berantas IUU saja kok ngajak2 bangsa lain untuk memerangi. Yang sulit itu memerangi diri sendiri bo...
Malu ah, ajak2 bangsa lain hanya untuk memerangi IUU.
Demikian dari kami, semoga DKP Sukses selalu dan semoga menjadi yang nomor satu untuk berpikir tentang Ekonomi Kerakyatan.
Tks rgds. Yohanes.
Jangan Ajak2 bangsa lain hanya untuk Perang melawan IUU. Rabu, 15 Juli 09 - oleh : Yohanes Wijaya
Dengan hormat,
RPOA itu hanya menjadi Monumen politis, political action dimata dunia / FAO...
Yang penting sinergikan dulu, antara Operasi Pengawasan di Laut dengan Pengawasan di Darat (perijinan, Monitoring VMS).
Dan yang ga kalah pentingnya: membersihkan DKP dari Oknum2 petugas yang memiliki Kepentingan2 pribadi baik yang di Jajaran PSDKP maupun jajaran Dirjen Tangkap.
Dengan mengawali tindakan diatas, maka RPOA dan lain sebangsanya itu akan menjadi bermanfaat bagi seluruh rakyat IND., karena IUU bisa diberantas dalam waktu yang singkat.
Dan ingat untuk KITA harus berani mengatakan STOP KAPAL IKAN ASING MASUK DI WILAYAH INDONESIA .
Nah, statement tsb diatas-lah yang paling mujarap. Jangan Retorika terus ah...semua sudah terlanjur tau kok siapa sebenarnya dalangnya IUU?
Ingin berantas IUU saja kok ngajak2 bangsa lain untuk memerangi. Yang sulit itu memerangi diri sendiri bo...
Malu ah, ajak2 bangsa lain hanya untuk memerangi IUU.
Demikian dari kami, semoga DKP Sukses selalu dan semoga menjadi yang nomor satu untuk berpikir tentang Ekonomi Kerakyatan.
Tks rgds. Yohanes.
Jangan Ajak2 bangsa lain hanya untuk Perang melawan IUU. Rabu, 15 Juli 09 - oleh : Yohanes Wijaya
Dengan hormat,
RPOA itu hanya menjadi Monumen politis, political action dimata dunia / FAO...
Yang penting sinergikan dulu, antara Operasi Pengawasan di Laut dengan Pengawasan di Darat (perijinan, Monitoring VMS).
Dan yang ga kalah pentingnya: membersihkan DKP dari Oknum2 petugas yang memiliki Kepentingan2 pribadi baik yang di Jajaran PSDKP maupun jajaran Dirjen Tangkap.
Dengan mengawali tindakan diatas, maka RPOA dan lain sebangsanya itu akan menjadi bermanfaat bagi seluruh rakyat IND., karena IUU bisa diberantas dalam waktu yang singkat.
Dan ingat untuk KITA harus berani mengatakan STOP KAPAL IKAN ASING MASUK DI WILAYAH INDONESIA .
Nah, statement tsb diatas-lah yang paling mujarap. Jangan Retorika terus ah...semua sudah terlanjur tau kok siapa sebenarnya dalangnya IUU?
Ingin berantas IUU saja kok ngajak2 bangsa lain untuk memerangi. Yang sulit itu memerangi diri sendiri bo...
Malu ah, ajak2 bangsa lain hanya untuk memerangi IUU.
Demikian dari kami, semoga DKP Sukses selalu dan semoga menjadi yang nomor satu untuk berpikir tentang Ekonomi Kerakyatan.
Tks rgds. Yohanes.
Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kendari Jl. Samudera No. 1 Puday, Kendari 93233, Sulawesi Tenggara
Telp. (0401) 395958, 390970 Fax. (0401)390970