:: Home :: Profil :: Visi dan Misi :: Personil :: Buku Tamu :: Forum Diskusi :: Sarana & Prasarana :: Hubungi Kami ::
User Login
Username

Password




Register
Forgot Password

Menu Utama
-Home
-Profil
-Visi dan Misi
-Personil
-Kapal Pengawas
-Laporan
-Kegiatan
-Album Foto
-Sarana & Prasarana
Interaktif
-Buku Tamu
-Forum Diskusi
-Hubungi Kami
-Kirim Artikel
Info Aktual
Pengawasan SD Perikanan
Pengawasan SD Kelautan
Siswasmas
Penanganan Pelanggaran
Info Lainnya
Kapal Pengawas
Sarana dan Prasarana Pengawasan
Pelatihan/Pertemuan Tingkat Pusat
Surat Edaran
Illegal Fishing
Pemboman Ikan
Terumbu Karang
Penangkapan Ikan
Budidaya Ikan
Pencemaran
Pengolahan dan Pemasaran
Ikan dan satwa Langka
Kelautan, Pesisir dan Pulau2 Kecil
Global Warming
Kunjungan Tamu
Wisata Bahari
Kerja Sama
Hutan Bakau
UPT PSDKP
Pangkalan
Stasiun
Satuan Kerja
POS PSDKP
Ditjen P2SDKP
Pertemuan Nasional
Negosiasi Iklim Lambat, Terumbu Karang Di Ambang Kehancuran
Jumat, 09 Oktober 2009 - oleh : admin | 295 x dibaca

Kondisi terumbu karang di dunia terus memburuk. Kejadian pemutihan karang secara massal ( mass bleaching) diperkirakan akan semakin sering terjadi, belum lagi bahaya pengasaman (acidification) laut. Hal ini akan mengancam keberadaan terumbu karang di masa depan. Siaran pers tersebut mengutip keterangan ilmuwan yang mengeluarkan peringatan keras tentang masa depan terumbu karang di tengah lambannya proses negosiasi perubahan iklim. Ketika negosiasi perubahan iklim berjalan sangat pelan dan banyak negara masih terkungkung dengan berbagai perbedaan politik, berbagai informasi ilmiah terakhir menunjukkan keadaan yang mendesak.

Sebuah makalah yang terbit pekan ini menyoroti keadaan terumbu karang dunia yang sedang berada di ujung tombak. Karya ilmiah para ahli terumbu karang dan iklim ini menegaskan kembali temuan dari pertemuan bulan Juli yang diadakan oleh The Royal Society (pemegang otoritas keilmuan terkemuka di Inggris).

“Kesimpulan mereka sangat mengejutkan. Dari sudut pandang ekosistem yang menakjubkan ini, perubahan iklim sudah berlangsung terlalu jauh,” kata Dr Charlie Veron, salah seorang ahli terumbu karang terkemuka seperti dikutip dari siaran pers itu.

Ancaman kejadian pemutihan semakin besar terhadap terumbu karang. Ketika tahun 1997/1998, “hanya” satu kejadian tunggal mampu memusnahkan sekitar 16 persen terumbu karang dunia dalam sekejap. Kejadian ini diikuti dengan pemulihan dan tumbuhnya kembali karang-karang baru. Namun pemutihan yang terjadi sekarang, yang disebabkan oleh kenaikan temperatur, terjadi terlalu sering menyebabkan karang yang belum pulih sepenuhnya dihantam kembali dan akhirnya mati.

Konsentrasi CO2 sebesar 350 ppm di atmosfir adalah ambang batas bagi terumbu karang, kata Veron. Bila melebihi ambang itu, akan mendorong terjadi pemanasan yang merusak. Selain itu kejadian pemanasan yang terjadi terlalu sering tentunya akan menyebabkan kualitas ekosistem mulai menurun. Data menunjukkan CO2 berada di batas tingkat 387ppm.

Dr Mark Spalding, ilmuwan laut senior The Nature Conservancy (TNC) mengatakan, bukan hanya terumbu karang yang mulai mati, tapi justru sesuatu yang mereka bawa.

Terumbu karang adalah ekosistem yang sangat sensitif. Selama bertahun-tahun banyak yang telah dimengalami kerusakan dan menjadi semakin lemah oleh aktivitas manusia seperti pengambilan ikan yang berlebihan dan pencemaran pesisir.Ekosistem laut ini amat rawan perusakan oleh manusia dan tentunya ini sangat buruk bagi terumbu karang karena juga harus melawan juga pemanasan global, kata Alex Rogers dari International Programme on the State of the Ocean.

“Pemutihan terumbu karang, telah menambah masalah yang ada dan telah merusak banyak terumbu karang. Tapi bukan hanya itu. Ancaman dari pengasaman karena laut menyerap CO2, dengan bukti-bukti bahwa pertumbuhan karang telah melambat karena perubahan kimiawi di laut,” katanya menjelaskan bahaya dari kejadian pengasaman laut akibat dari efek pemanasan global.

Siaran pers tersebut mendesak masyarakat global agar segera enyelesaikan perbedaan mereka dan menyetujui sebuah kerangka kerja yang kuat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dunia,  atau kita akan terlambat menyelamatkan terumbu karang dan jutaan kehidupan yang terkait dengannya.

Disadur dari Kompas, Oktober 2009

kirim ke teman | versi cetak

Berita Terumbu Karang Lainnya

Terumbu Karang Bisa Jadi Penyerap Karbon
Merusak Terumbu Karang di Hawai, Harus Membayar 4 Milyar!
33,17 Persen Terumbu Karang Indonesia Rusak Parah
Pemutihan Karang Massal, Penyakit Karang Meningkat
Terumbu Karang di Bali Utara Terkena “Mass Bleaching”
Tidak ada komentar tentang artikel ini
Your Name :
Your Email :
Comment's Title :
Comment :
Security Code : Security Code
Type Code :

 
Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kendari
Jl. Samudera No. 1 Puday, Kendari 93233, Sulawesi Tenggara
Telp. (0401) 395958, 390970 Fax. (0401)390970