Terumbu karang akankah punah? Judul sebuah simposium yang diselenggarakan oleh American Association for the Advancement of Science (AAAS) dalam konferensi tahunan di San Diego, California. Peneliti NSERC, Dr Simon Donner, dari University of British Columbia, menyatakan bahwa karang memiliki kerentanan terhadap perubahan iklim yang disebabkan oleh kenaikan suhu air laut dan hal ini yang menentukan akankah mereka akan punah atau tidak.
Dr Donner mencoba menyelidik mengenai fenomena pemutihan karang. Disebutkannya, karang mendapatkan sebagian besar energi mereka dari alga mikroskopik (zooxanthellae) yang hidup pada jaringan tubuhnya. Alga ini juga memberi warna pada karang. Ketika faktor-faktor lingkungan telah melebihi batas toleransi kehidupan mereka (terutama meningkatnya suhu air laut), simbiosis antara karang dan akan berakhir karena karang akan melepaskan zooxanthellae dari dalam jaringan tubuhnya. Karang akan kehilangan suplai energi utamanya. Kondisi ini membuat karang dalam kondisi sekarat dan bila keadaan habitat tidak segera membaik karang ini akan mengalami kematian.
Dari studinya terkait frekuensi kejadian pemutihan karang, Ia mengatakan bahwa pemutihan karang massal merupakan peristiwa yang dianggap sangat langka 30 tahun yang lalu. Pada konferensi AAAS ia berbicara tentang prediksi terjadinya pemutihan karang dalam skenario iklim yang berbeda dan hasilnya, menurut Dr Donner, terlihat buruk bagi terumbu karang.
“Bahkan jika kita menghentikan produksi emisi hari ini, planet ini masih memiliki beberapa panas yang tersisa di dalamnya. Itu cukup untuk memicu terjadinya pemutihan karang di seluruh dunia,” katanya.
Mengingat ratusan juta orang yang tinggal di daerah tropis yang bergantung pada terumbu karang untuk makanan, pendapatan, pariwisata dan perlindungan pantai, hilangnya karang merupakan masalah sungguh serius.
Namun, pandangan ini tidak sepenuhnya suram. Dr Donner mengatakan bahwa tidak ada orang yang memprediksi bahwa terumbu karang akan punah; mereka akan terus bertahan hidup, tetapi hanya di habitat tertentu, seperti daerah yang terlindung. Kenyataan yang terjadi adalah makin berkurangnya prosentase tutupan terumbu karang .
Dalam rangka untuk melihat masa depan terumbu karang, Dr Donner sedang melakukan penelitian di daerah ekuator tengah Pasifik, karena pulau-pulau dan terumbu karang di wilayah itu telah mengalami kejadian El Nino yang berulang kali.
Berdasarkan penelitian ini, mereka cenderung mampu bertahan terhadap suhu yang cenderung lebih tinggi dari daerah lain di planet ini dari tahun ketahun. Dr Donner mempelajari karang di wilayah ini untuk memahami bagaimana mereka menjadi berbeda secara biologis, dan bagaimana hal itu telah menjadikan mereka mampu bertahan dalam air hangat yang mungkin membunuh terumbu di daerah lain di planet ini.
Sumber : www.sciencedaily.com
kirim ke teman |
versi cetak